Tuesday, August 18, 2015

Islam dan Ideologi Pancasila

Hari ini tanggal 17 Agustus 2015. Tepat tujuh puluh tahun yang lalu merah putih dikobarkan, kemerdekaan RI dikumandangkan. Sejarah mencatat, ratusan bahkan ribuan nyawa dipertaruhkan demi kemerdekaan. Bukan hanya yang islam, namun rakyat Indonesia dari berbagai kalangan. Lalu bagaimana bisa beberapa orang berfikir untuk mengubah Negara pancasila ini menjadi negara Islam?

Islam adalah agama Rahmatan lil 'Alamiin yang selalu mengutamakan solidaritas. Dalam islam, perbedaan adalah rahmat bukan petaka. Perbedaan adalah cara Tuhan mengajarkan manusia untuk saling menghargai dan menghormati.

Coba deh sejenak kita renungkan makna-makna pancasila:


Sila pertama berbicara tentang Kepercayaan terhadap Tuhan yang maha esa. Hal ini sangat relevan dengan firman Allah dalam Q.S. Al Ikhlas ayat 1-2 yang artinya: "Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu."

Dasar yang diutamakan dalam pancasila adalah dasar ketuhanan (dalam islam disebut Hablun minallah) karena pada kenyataannya, nurani seluruh manusia selalu membutuhkan tempat untuk bersandar dalam keadaan bagaimanapun.

Selanjutnya, Indonesia memberi kebebasan kepada rakyatnya untuk memilih salah satu diantara beberapa agama yang pada hakikatnya semua mengajarkan kebaikan. Jika saja semua rakyat patuh terhadap agama, maka tidak akan pernah ada kekacauan di negeri ini. Maka tidak diperlukan lagi UUD ataupun peraturan-peraturan lainnya.

Sila Kedua mengatur hubungan manusia dengan sesamanya yang digambarkan dengan sikap adil dan beradab. Yang artinya, 1) bahwa setiap rakyat Indonesia sudah seharusnya bersikap adil. Hal ini juga dibeberkan pada Sila Kelima. Relevansi Islam terhadap sila kedua dan sila kelima ini dapat dipahami melalui  Firman Allah Q.S. Al Ma'idah: 8 yang artinya " Berlaku adillah! Karena adil lebih dekat dengan taqwa."

2) saling menghormati, menghargai, dan mengayomi sesamanya. Hubungan manusia dengan sesama yang dalam islam disebut Hablun minannas ini banyak diterangkan dalam Al-Qur'an maupun Hadist, salah satunya  Nabi Muhammad S.A.W. pernah berkata "Tidak dikatakan orang beriman di antara kamu sekalian, sehingga kalian saling mengasihi atau menyayangi." (HR. Thabrani)

Sila Ketiga tentang persatuan atau solidaritas.
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki beragam suku, beragam kepercayaan, dan beragam pemikiran. Dengan adanya sila ketiga, Indonesia berharap agar rakyatnya selalu bersama dan bersatu, selalu rukun, dan tidak terpecah belah meski perbedaan dimana-mana. Hal ini dalam islam disebut Ukhuwah Islamiyah yang secara gamblang diperintahkan dalam islam.

Firman Allah dalam surat Al Imran ayat 103. "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara".

Sila Keempat membahas tentang pemerintahan yang demokrasi. Dalam arti lain, setiap keputusan pemerintah yang diambil harus berdasar pada persetujuan banyak orang (rakyat). Islam pun begitu, dalam ranah apapun baik itu keluarga, masyarakat ataupun pemerintahan selalu dianjurkan untu bermusyawarah. Seperti Firman Allah dalam surat As Syura ayat 38 yang artinya sebagai berikut: "Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan-Nya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka".



Wednesday, August 12, 2015

About D'blog : Blog apakah ini?

Assalaamu'alaikum warahmatullahi Wabarakaatuh

Welcome to my home!!!

Where is my home? yup, this blog is my home.
You can visit it whenever you want and whatever you do because we (Me as writer and You as reader) are friends. So, do you wanna know about me? I think Yes. Hehehe
Ok. I'm Najwa

What about the blog?

On my 23 years old, almost of people said "I'm just like a childish girl". When I back to what was I do, Yeach, They were true. I KNEW NOTHING AND I DID MANY THINGS

Blog ini, mungkin lebih banyak membahas tentang islam dan segala panoramanya. Namun, siapapun boleh mampir, diskusi, ataupun sharing di blog ini tidak membatasi agama apapun. As well as moslems or not.


I think it's enough. See You on my next posts.....

Bye Bye

Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh


Siapakah “Tuhan”?; Hubungan Manusia dengan Tuhan

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Just like the article before Definisi Wanita Cantik, inti dari wanita cantik adalah She who knows her problems, able to solve the problems and also able to  give solutions to athers. Nah, pertanyaannya adalah bagaimana wanita dapat dibilang cantik jika dia belum mengerti tentang masalah-masalahnya? Terutama masalah Agama nih Guys...

Kenapa Agama? Why?

According to my opinion, Agama adalah kebutuhan manusia yang paling mendasar karena pada penciptaannya manusia dikaruniai hati yang dalam keadaan apapun membutuhkan penopang. Dan penopangnya tak lain adalah agama. Coba deh kita renungi sejenak! Dalam hidup ini, sebenarnya yang dibutuhkan seseorang hanyalah ketenangan. Dari mana ketenangan didapatkan? Dari hati yang punya kepercayaan dan kedekatan penuh terhadap Tuhan. Lalu siapakah Tuhan itu?

Manusia itu kan Makhluk yang artinya diciptakan. Yang namanya “diciptakan” sudah pasti ada dzat yang “menciptakan”. Yang “menciptakan” itulah yang disebut Tuhan. Jadi, hubungan manusia dengan Tuhan adalah hubungan antara yang “diciptakan” dengan sang “pencipta”. Adapun  Antara yang “diciptakan” dan yang “Menciptakan” pasti ada hubungan yang berdasar pada ketentuan-ketentuan tertentu yang nantinya manfaat dan akibatnya akan kembali pada yang “diciptakan” itu sendiri.

Kalau kita bicara tentang Tuhan, seumur hidup kitapun gak bakalan selesai Guys. Cukup percaya bahwa Tuhan selalu ada. Apapun yang terjadi selalu ingat bahwa sebenarnya yang kita butuhkan hanyalah kasih sayang Tuhan. Stay cool like this Video


So, it’s make me say that the main problem is about religion.

Bye Bye

Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh