Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Nice to meet You again, Guys!!!
Well, kemarin kita udah ngebahas tentang macam-macam air yang merupakan
komponen terpenting untuk bersuci. Now, we'll discuss about Wudlu. Kenapa
Wudlu? Karena wudhu adalah cara yang paling utama untuk menghilangkan hadast
kecil. As we know, bersih dari hadast besar dan kecil merupakan syarat
sahnya sholat sedangkan sholat merupakan rukun islam yang kedua. Jadi sah
tidaknya wudlu kita akan berdampak pada kesempurnaan islam kita.
Then, what do you think about Wudlu?
Menurut bahasa, Wudhu adalah bersih dan indah.
But menurut istilah (syariat islam), Wudhu adalah menggunakan air dengan
cara-cara tertentu ke anggota badan tertentu dengan tujuan menghilangkan hadast
kecil.
Banyak hal yang bakal kita bahas sehubungan
dengan perWUDHUan, salah satunya adalah Rukun Wudhu. Before we discuss about
Rukun-rukun Wudlu, better we know what's the meaning of Rukun.
Rukun adalah sesuatu yang harus ada/dikerjakan.
So, rukun Wudhu adalah sesuatu yang harus dikerjakan agar wudlu yang dilakukan
sah. Jika ada salah satu atau beberapa rukun yang ditinggalkan/tidak
dikerjakan, maka wudhunya dihukumi tidak sah.
Rukun wudhu ada 6:
1. Niat
Niat adalah, Maksud hati (hanya
ada dalam hati) untuk melakukan suatu hal yang ditekadkan/ditekankan bersamaan
dengan awal mulainya hal tersebut. Adapun niat wudhu ini, dilakukan ketika
mulai membasuh bagian pertama dari wajah. Pertanyaanya adalah? Bagaimana niat
wudlu itu? Dalam Fathul qorib disebutkan bahwa ketika berwudlu, kita bisa
berniat:
· Menghilangkan hadast kecil.
Ex: “Aku niat Wudhu untuk menghilangkan najis karena Allah”
· Atau agar diperbolehkan
mengerjakan sesuatu yang pelaksanaannya membutuhkan wudhu seperti sholat,
thawaf, dll. Ex: “Aku niat wudlu agar bisa melakukan sholat karena Allah”
· Atau cukup berniat
melakukan wudlu saja. Ex: “Aku niat wudlu karena Allah”
Aplikasi niat ketika wudhu:
Saat tangan mulai membasuh bagian wajah dengan air, saat itulah hati kita
bertekad melakukan wudlu. Hanya dalam hati, bukan lafal.
2. Membasuh Wajah
Membasuh wajah dalam wudhu
berarti membasuh seluruh bagian wajah tanpa terkecuali dengan rambut sebagai batas
atas, dagu sebagai batas bawah, telinga kanan dan kiri sebagai batas kanan
kiri. Dan perlu digaris bawahi bahwa rambut atau segala sesuatu yang tumbuh di
dalam batas-batas yang sudah disebutkan merupakan anggota wajah dan wajib untuk
dibasuh, seperti: kutil, kumis, godhek (rambut yang tumbuh di tepi pipi),
brewok, alis, bulu mata, jenggot, serta bulu rambut tipis yang kadang tumbuh di
bawah bibir yang bikin cowok kelihatan manis gitu. hehe.
Bahkan sebagian wanita
membasuh bagian rambut yang tumbuh di tepi telinga hingga menjuntai kebawah.
Pernah lihat gak sih Gaess? Kalau aku pribadi lebih nyaman menyingkap rambut
kebelakang dan kemudian membasuh rambut tipis yang tersisa di tepi telinga yang
emang gk bisa dipaksain buat disingkap ke belakang.
3. Membasuh Kedua Tangan beserta Siku-Siku
Berarti membasuh kedua tangan
termasuk jari, kuku, beserta siku-siku. Dan yang pasti, jika ada kotoran yang
menempel di bawah kuku maka wajib dihilangkan terlebih dahulu karena kotoran
tersebut dapat mencegah sampainya air menyentuh kulit yang tertutup kotoran
tersebut.
4. Mengusap sebagian Kepala
Rukun wudhu yang satu ini
boleh dilakukan dengan hanya mengusap tanpa perlu membasuh Gaess. Adapun yang
dimaksud mengusap adalah membasahi tangan dengan air kemudian diusapkan ke
bagian kepala. Adapun bagian kepala ini, boleh kulit kepala ataupun rambut yang
masih berada di batasan kepala. Do You understand? Gimana ya ngejelasinnya? Ya gitu
deh pokoknya. Semisal rambut model cowok,
maka boleh dibasuh ujung rambutnya saja karena ujung rambutnya masih termasuk di batasan kepala. Sedang rambut
model cewek yang panjang menjuntai ketika digerai, maka tidak sah membasuh
ujung rambutnya karena sudah tidak termasuk di batasan kepala.
Kemudian jika ada seseorang
yang mengguyur atau membasuh kepalanya sebagai ganti mengusap maka hukumnya
diperbolehkan. Pun jika ada seseorang yang mengusap seluruh bagian kepala
(tidak hanya sebagian) maka diperbolehkan juga.
5. Membasuh Kedua Kaki beserta Mata Kaki
Seperti halnya membasuh kedua
tangan, membasuh kedua kaki juga termasuk jari kaki, kuku kaki, beserta kedua
mata kaki (bukan tumit loh ya Gaess). Dan jika ada kotoran yang menempel di
bawah kuku kaki maka wajib dihilangkan terlebih dahulu karena kotoran tersebut
dapat mencegah sampainya air menyentuh kulit yang tertutup kotoran tersebut.
6. Tertib/Berurutan
Artinya rukun-rukun wudhu yang
sudah disebutkan di atas harus sesuai urutannya. Jika tidak, maka wudhunya tidak
sah.
Aplikasi Tertib ketika Wudlu:
Membasuh wajah disertai dengan niat, kemudian membasuh kedua tangan, mengusap
sebagian kepala, dan yang terahir membasuh kaki.
That’s all Rukun Wudhu Gaess. Kalo kita udah
nglakuin ini dengan sempurna, maka wudlu kita udah sah. Namun, lebih baiknya
lagi kalo ditambah dengan sunnahnya Wudhu. That's way, we’ll discuss about Sunnah
Wudhu on the next post......
Here We go....
Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

