Wednesday, September 30, 2015

Wudhu Part I; Rukun Wudhu



Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Nice to meet You again, Guys!!!

Well, kemarin kita udah ngebahas tentang macam-macam air yang merupakan komponen terpenting untuk bersuci. Now, we'll discuss about Wudlu. Kenapa Wudlu? Karena wudhu adalah cara yang paling utama untuk menghilangkan hadast kecil. As we know, bersih dari hadast besar dan kecil merupakan  syarat sahnya sholat sedangkan sholat merupakan rukun islam yang kedua. Jadi sah tidaknya wudlu kita akan berdampak pada kesempurnaan islam kita.

Then, what do you think about Wudlu?

Menurut bahasa, Wudhu adalah bersih dan indah. But menurut istilah (syariat islam), Wudhu adalah menggunakan air dengan cara-cara tertentu ke anggota badan tertentu dengan tujuan menghilangkan hadast kecil.

Banyak hal yang bakal kita bahas sehubungan dengan perWUDHUan, salah satunya adalah Rukun Wudhu. Before we discuss about Rukun-rukun Wudlu, better we know what's the meaning of Rukun.

Rukun adalah sesuatu yang harus ada/dikerjakan. So, rukun Wudhu adalah sesuatu yang harus dikerjakan agar wudlu yang dilakukan sah. Jika ada salah satu atau beberapa rukun yang ditinggalkan/tidak dikerjakan, maka wudhunya dihukumi tidak sah. 
Rukun wudhu ada 6:

1.    Niat

Niat adalah, Maksud hati (hanya ada dalam hati) untuk melakukan suatu hal yang ditekadkan/ditekankan bersamaan dengan awal mulainya hal tersebut. Adapun niat wudhu ini, dilakukan ketika mulai membasuh bagian pertama dari wajah. Pertanyaanya adalah? Bagaimana niat wudlu itu? Dalam Fathul qorib disebutkan bahwa ketika berwudlu, kita bisa berniat:

·       Menghilangkan hadast kecil. Ex: “Aku niat Wudhu untuk menghilangkan najis karena Allah”
·      Atau agar diperbolehkan mengerjakan sesuatu yang pelaksanaannya membutuhkan wudhu seperti sholat, thawaf, dll. Ex: “Aku niat wudlu agar bisa melakukan sholat karena Allah”
·        Atau cukup berniat melakukan wudlu saja. Ex: “Aku niat wudlu karena Allah”

Aplikasi niat ketika wudhu: Saat tangan mulai membasuh bagian wajah dengan air, saat itulah hati kita bertekad melakukan wudlu. Hanya dalam hati, bukan lafal.

2.    Membasuh Wajah

Membasuh wajah dalam wudhu berarti membasuh seluruh bagian wajah tanpa terkecuali dengan rambut sebagai batas atas, dagu sebagai batas bawah, telinga kanan dan kiri sebagai batas kanan kiri. Dan perlu digaris bawahi bahwa rambut atau segala sesuatu yang tumbuh di dalam batas-batas yang sudah disebutkan merupakan anggota wajah dan wajib untuk dibasuh, seperti: kutil, kumis, godhek (rambut yang tumbuh di tepi pipi), brewok, alis, bulu mata, jenggot, serta bulu rambut tipis yang kadang tumbuh di bawah bibir yang bikin cowok kelihatan manis gitu. hehe.

Bahkan sebagian wanita membasuh bagian rambut yang tumbuh di tepi telinga hingga menjuntai kebawah. Pernah lihat gak sih Gaess? Kalau aku pribadi lebih nyaman menyingkap rambut kebelakang dan kemudian membasuh rambut tipis yang tersisa di tepi telinga yang emang gk bisa dipaksain buat disingkap ke belakang.

3.    Membasuh Kedua Tangan beserta Siku-Siku

Berarti membasuh kedua tangan termasuk jari, kuku, beserta siku-siku. Dan yang pasti, jika ada kotoran yang menempel di bawah kuku maka wajib dihilangkan terlebih dahulu karena kotoran tersebut dapat mencegah sampainya air menyentuh kulit yang tertutup kotoran tersebut. 

4.    Mengusap sebagian Kepala

Rukun wudhu yang satu ini boleh dilakukan dengan hanya mengusap tanpa perlu membasuh Gaess. Adapun yang dimaksud mengusap adalah membasahi tangan dengan air kemudian diusapkan ke bagian kepala. Adapun bagian kepala ini, boleh kulit kepala ataupun rambut yang masih berada di batasan kepala. Do You understand? Gimana ya ngejelasinnya? Ya gitu deh pokoknya.  Semisal rambut model cowok, maka boleh dibasuh ujung rambutnya saja karena ujung rambutnya masih termasuk di batasan kepala. Sedang rambut model cewek yang panjang menjuntai ketika digerai, maka tidak sah membasuh ujung rambutnya karena sudah tidak termasuk di batasan kepala.

Kemudian jika ada seseorang yang mengguyur atau membasuh kepalanya sebagai ganti mengusap maka hukumnya diperbolehkan. Pun jika ada seseorang yang mengusap seluruh bagian kepala (tidak hanya sebagian) maka diperbolehkan juga.

5.    Membasuh Kedua Kaki beserta Mata Kaki

Seperti halnya membasuh kedua tangan, membasuh kedua kaki juga termasuk jari kaki, kuku kaki, beserta kedua mata kaki (bukan tumit loh ya Gaess). Dan jika ada kotoran yang menempel di bawah kuku kaki maka wajib dihilangkan terlebih dahulu karena kotoran tersebut dapat mencegah sampainya air menyentuh kulit yang tertutup kotoran tersebut.

6.    Tertib/Berurutan

Artinya rukun-rukun wudhu yang sudah disebutkan di atas harus sesuai urutannya. Jika tidak, maka wudhunya tidak sah.
Aplikasi Tertib ketika Wudlu: Membasuh wajah disertai dengan niat, kemudian membasuh kedua tangan, mengusap sebagian kepala, dan yang terahir membasuh kaki.

That’s all Rukun Wudhu Gaess. Kalo kita udah nglakuin ini dengan sempurna, maka wudlu kita udah sah. Namun, lebih baiknya lagi kalo ditambah dengan sunnahnya Wudhu. That's way, we’ll discuss about Sunnah Wudhu on the next post......

Here We go....
Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh








No comments:

Post a Comment